Phew! Seminggu ini bener2 sibuk banget, abis camp ada retreat sekrg baru pulang, terus hari rabu udah musti mission trip, bantu doa yah! =) Well, basically I just want to reflect about what I get during the camp.
Pertama, saya bersyukur atas 'pencerahan' kalo selama ini saya belum melakukan saat teduh! Yang saya lakukan hanyalah baca Alkitab! Di 1 sesi diingatkan bahwa kita harus membedakan antara saat teduh (sate), membaca Alkitab dan penggalian Alkitab (PA)!
Kedua, saya bersyukur atas workshop mengenai menjadi murid Kristus. Intinya, banyak orang mengikut Yesus tapi tidak menjadi murid! Orang banyak berbondong2 mengikut Yesus, tapi apa motivasi mereka? Ada yang untuk melihat mukjizat semata, ada yg mau disembuhkan, ada yang mau mendengar ajaran, keselamatan, political power, ingin tahu, mencari kesalahan, etc. Kita ditantang untuk mengecek, apakah motivasi kita? Well..secara pribadi saya masih memikir bahwa motivasi itu sulit di cek! Sesuai posting saya yang sudah lama, di blog satu lagi, saya pernah mengatakan bahwa situasinya lebih mirip kombinasi dari berbagai situasi yang mendorong seseorang melakukan sesuatu, dan tiap motivasi itu ada bobotnya masing2, jadi mirip pie chart, dan mungkin bobot terberat itu yang disebut motivasi utama? Yap, saya pikir begitu. Jujur saya motivasi itu tetep aja sulit diselidiki, dan saya sudah bergumul lama akan motivasi saya melakukan bermacam hal! Sate contohnya, jujur aja deh, berapa banyak dari kita yang sate pagi2 itu hanya karna ada sesi sharing? Atau jangan2 kita terjebak seperti orang farisi, yang motivasi melakukan hal2 rohani itu karena tuntutan legalistik? Misalnya, kita menetapkan target sate 1/2 jam, lalu setelah 1/2 jam anda liat jam dan bilang "Ah udah, berenti aja, udah 1/2 jam koq" Tanyakan motivasi diri anda, karena sate itu harusnya merupakan suatu kerinduan, mengapa terbatas oleh waktu? Well, tapi ga bisa dibilang juga sih, mungkin menetapkan waktu 1/2 jam itu udah merupakan suatu kerinduan, tapi melontarkan kalimat spt diatas itu sudah menunjukkan suatu motivasi legalistik! Terus juga mgkn kita harus bertanya ke pribadi kita sendiri, buat apa kita set target? Apa cuma mau latian disiplin dan berkomitmen? Jawab sendiri =p
Ketiga, saya diingatkan akan pentingnya menghitung waktu! Kalo tidur 8 jam sehari, dalam 24 taon kita udah tidur 8 jam! Kalo buang waktu sehari 2 jam nonton tv, selama 24 taon kita udah buang waktu 2 taon! Nah, pikir sebaliknya, kalo kita nabung waktu 1 jam sehari buat hal berguna seperti belajar apa saja, setelah 24 taon itu berarti kita nabung waktu 1 taon! Skrg saya mau tanya, berapa banyak diantara kita merasa kalo semester ini udah belajar banyak banget hal. Nah, believe it or not, waktu maksimal kita belajar tiap harinya akan sesuatu yg baru paling2 cuma 2 jam sehari kalo dipadetin, dengan asumsi kita berkonsentrasi penuh! Berapa banyak diantara kita males2an dan kadang ngerasa lecturenya lambat banget? Jujur aja, saya pikir saya bisa ngejar pelajaran 1 hari kalo konsentrasi penuh, ga usah dengerin gurunya lecture tapi lgsg aja baca slidesnya, dan itu kalo dipadetin paling cuma 2 jam. Nah, skrg coba itung, kalo 1 hari itu 2 jam belajar efektif, dalem 1 semester itu 2 * 300 / 2 (libur ga diitung jadi 300 aja d taro, itu uda maksimum, belom lagi hari libur n weekend) = 300 jam kita belajar 1 semester, buat 6 module. Kalo kita nabung belajar 1 jam per hari selama 24 tahun, kita udah belajar 1 tahun waktu efektif semua, jadi dalem 1 tahun itu full konsentrasi tanpa tidur, nah, jam belajar yg efektif itu 24*365 = 8760 jam. Kalo 300 jam = 6 module, 8760 jam = 175.2 module. Kalo 1 module 4 MC, 175.2 module = 700.8 MC = 4.38 degree!! Well, sebenernya mgkn ini rahasia orang berpengetahuan tinggi dalam di berbagai bidang! Btw kalkulasi kita baru kalo kita nabung belajar 1 jam sehari, belom lagi kalo 1.5 ato 2 jam!
Keempat, saya diingatkan kembali akan pentingnya kualitas di atas kuantitas.
Lukas 14:26
"Jikalau seorang datang kepada-Ku dan ia tidak membenci bapanya, ibunya, isterinya, anak-anaknya, saudara-saudaranya laki-laki atau perempuan, bahkan nyawanya sendiri, ia tidak dapat menjadi murid-Ku"
Lho udah dapet fans / dukungan koq gitu? entar fansnya kabur donk, well, disini sekali lagi diingatkan, Tuhan Yesus mementingkan kualitas di atas kuantitas! Percuma persekutuan gede2 namun bobrok, mending kecil tapi berpotensi dan dijaga baik2!
Finally, diingatkan lagi to make God first, others second, myself last =)
Well, akhir dari camp saya belajar banyak, ^_^ bersyukur! Moga2 pelajaran yg dah didapet ga ilang (mknya nulis posting ini =p). Moga2 komitmen yg udah diambil setelah camp bisa dijalankan dengan mengandalkan kekuatan yg dari Tuhan saja, dan moga2 ini jg bs jadi berkat buat para pembaca. God Bless~ =)